Menjemput Cinta-Nya (Part II- Referensi Belajar Tahsin)

Image result for belajar al quran

Mungkin Allah telah mendekat kepadaku sehasta ketika aku mendekat sejengkal kepada-Nya. Yaa aku percaya itu.

Sementara aku ingin memperbaiki bacaan Al Quran dan gayung bersambut, referensi tempat belajar tahsin pun bermunculan dari teman-teman YISC Al Azhar.

Bukannya di YISC Al Azhar juga belajar tentang Al Quran. Yaa betul. Tapi seperti yang ku bilang sebelumnya, belajar hanya disini sepertinya belum cukup. Apalagi cuman 2 jam seminggu. Makharijul huruf masih jauh dari kata sempurna.

Dan beberapa referensi yang aku tahu antara lain,

BSQ YISC Al Azhar

Waktu : Ahad, 08.00-10.00

Ketika temen-temen daftar YISC, kita akan mulai dari angkatan dasar, dan sebelum masuk kelas nanti ada pre-test yang menentukan klasifikasi kelas, dari kelas A, B, sampai C.

Dengan menggunakan metode Bilqis, kita dituntut untuk lebih mengeluarkan atau mengeraskan suara kita, percaya deh saat kita all out, kita lebih bisa mendengarkan suara kita, kita jadi lebih tahu, bacaan kita sudah benar atau belum sih. Siap-siap bawa minum yang banyak aja pokoknya.

Tahsin LTQ Al Hikmah

Tempat : Jalan Bangka, Mampang Pele, Jakarta Selatan

Waktu : 1x sepekan, 2x sepekan, 5x sepekan

Harga : 1x sepekan (Rp 450,000), 2x sepekan (Rp 500,000), 5x sepekan (Rp 550,000)

Website : http://ltqalhikmah.com

Salah satu review tentang belajar tahsin di LTQ AL Hikmah untuk yang 1x sepekan tiap hari Sabtu, boleh dicek di salah satu blognya temen, https://onlybona.com/tag/al-hikmah/ .

Kalo untuk 2x sepekan, ada yang hari Senin & Rabu dan Selasa & Kamis. Kalo untuk Ikhwan (Putra) jamnya malam. Kalo untuk akhwat jamnya pagi (Putri)

Kalo saya pilihnya yang 5x sepekan, Senin-Jumat, jam 06.00-08.00 sebelum berangkat kerja. Selagi masuk kerja masuk jam 9.00 pagi kan. Walopun sebenernya, mulainya molor dikit yaa, 06.30-08.30. Jakarta jam 6.00 masih gelap say.

Hari pertama dateng ke Masjid Al Hikmah ternyata kosong, ga ada orang, setelah nanya ke ustadzahnya, ternyata kalo untuk putri, belajarnya sama ustadz di rumahnya, ga jauh dari Masjid Al Hikmah.

Gimana rasanya belajar intensif? Wahhhh luar biasa sih. Awal awal dijelaskan dari yang paling mudah, yaitu huruf yang keluar dari tenggorokan. Ada 3 tempat yaitu antara lain

  • Yang keluar dari tenggorokan bagian atas : Ghain, Kho
  • Yang keluar dari tenggorokan bagian tengah : Kha, ‘Ain
  • Yang keluar dari tenggorokan bagian bawah : Ha, Alif/Hamzah

Setiap hari, setiap peserta harus talaqqi baca satu-satu dan disini ustadznya super detail, kalo kita makharijul hurufnya kurang tepat, misal ha sama kha nya mirip pasti langsung ditegur, Kho sama Kha, dst.

Oh yaa, kita tiap hari juga diwajibkan tilawah mandiri di rumah, dan suatu hari ustadzah berkata,

Kalo untuk santri yang kuliah di Al Hikmah, tinggal di asrama, sehari minimal 7 juz.

Kalo buat santri yang diluar asrama kayak kamu yaa bolehlah kurangin dikit. Tapi harus lebih dari 1 juz yaa..

Kamu udah terbiasa kan baca 1 juz sehari?

Dalam hati, dudududududu, abis lebaran ODOJ luntur kakak, tapi lihat buku Mutaba’ah perkembangan temen-temen sehari bacanya udah 3 juz-4 juz. Ah dasar kau remah-reman ayam kremesan.

Oh yaa ini rumah ustadz tempat belajar tahsinnya, kurang lebih tiap hari sekitar 15 orang

WhatsApp Image 2018-07-11 at 06.29.52 (1)WhatsApp Image 2018-07-11 at 06.29.52

Tahsin PLN Disjaya Gambir

Tempat : Jalan Muhammad Ikhwan Ridwan Rais No.1, RT.7/RW.1, Gambir, RT.7/RW.1, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11410

Waktu : 1x sepekan, tiap Sabtu (08.00 – 09.30 & 10.00-11.30)

Harga : Rp 100,000

Nah kalo mau yang harganya agak murah, bisa disini nih, kurang lebih mirip juga belajarnya, ada dari pre tahsin, tahsin, takhosus, hafidz. Tempatnya didalem PLN Disjaya sebrang stasiun Gambir. Nah disitu ada masjidnya,

Kalo untuk yang ini, baru test klasifikasi, nanti ku update lebih lanjut yaa, gimana belajar disana, tapi tempatnya kurang lebih seperti ini. Masjidnya ber AC dan adem yang pasti.

Oh iyaa lebih seru lagi, banyak dari temen YISC juga yang belajar disini… Ukhuwah fillah till jannah… Aamin

WhatsApp Image 2018-07-15 at 07.17.14.jpeg

Semangat terus pokoknya belajar dan menuntut ilmu. Deketin Allah. Jangan kasih kendor!!!

Menjemput Cinta-Nya (Part I)

Image result for quran

Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.

Jika Aku telah mencintainya,

maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar,

memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat,

memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang,

memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.

Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya

HR. Bukhari – No. 2506

Siapa coba yang tidak ingin dicintai Allah sehingga jika ia memohon sesuatu pasti akan dikabulkan dan jika ia memohon perlindungan pasti akan dilindungi.

Tentu saja semua ingin mendapatkan cintanya Allah SWT. Mungkin dulu ku belum tahu kenapa aku perlu cintanya Allah. Sehingga aku pernah tidak memedulikan-Nya, tidak menghiraukan perintah dan larangan-Nya. Namun, setelah disapa oleh Nya dan setelah mencoba lebih mengenal dan lebih dekat dengan Allah, kini ku sadar, betapa inginnya dicintai oleh Allah.

Membaca dan mengamalkan Al Quran adalah salah satu cara untuk menjemput cintanya Allah. Ya karena Al Quran lah pedoman utama dalam hidup. Tapi sayangnya, diri ini sudah terlalu lama menjauh dari kitab suci itu.

Temanku pernah bertanya, sudah berapa kali mengkhatamkan Al Quran? Ah yaa terima kasih telah menyadarkanku, sudah seperempat abad tinggal didunia, sayangnya baru sekali saja mengkhatamkan Al Quran. Betapa memalukannya diri ini. Kemana saja aku ini. Ah sudahlah…

Jazakumullahu khairan katsira, terima kasih untuk temen-temen yang bikin program ODOJ selama bulan Ramadhan, One Day One Juz setiap harinya ku harus membaca sedikitnya 1 juz per hari, kurang lebih sekitar 10 lembar atau 20 halaman. Bukan bermaksud untuk riya’ atau membanggakan diri, tapi memang sangat terbantu, karena hal kebaikan katanya harus dipaksakan.

Pernahkah kamu menangis saat membaca Al Quran? Ah rasanya hati ini mungkin sudah lama mati, sehingga diri ini belum tersentuh dengan ayat ayat suci itu.

“Bacanya sambil pake tartil dan dilagukan kak, supaya lebih menghayati. Sesedih apapun aku dengerin musik belum pernah tiba-tiba nangis sekeras ini sesenggukan saat baca Al Quran, padahal gatahu artinya.”. Ah lagi-lagi aku tertampar.

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr : 21)

Dalam Al Quran disebutkan, gunung pun akan tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah, lalu apakah diriku melebihi kerasnya gunung bila tidak tersentuh sama sekali akan hadirnya Al Quran?

“Bacalah Al Qur’an dan menangislah. Bila kamu tidak bisa menangis, maka usahakanlah sekuat-kuatnya agar dapat menangis.”

– HR Tirmidzi dan Sa’ad bin Abi Waqqas

–  Bersambung –

Mencoba Lebih Dekat

WhatsApp Image 2018-07-13 at 17.05.14.jpeg

Sekitar 6 bulan yang lalu, diawal tahun 2018, alhamdulilah mendapatkan kuota untuk mendaftarkan diri menjadi bagian dari Civitas YISC Al Azhar. Apa itu YISC AL Azhar? Youth Islamic Study Club. Tempat berkumpulnya anak muda mudi menjadi remaja masjid dalam rangka belajar lebih dalam tentang Agama Islam. Lebih lengkapnya boleh di cek disini

Kegiatannya ngapain aja? Jadi agendanya tiap Ahad,

jam 8.00-10.00 belajar ngaji Al Quran

jam 10.00-12.00 belajar ilmu agama dari dasar, al quran, sholat dan thaharah, shirah nabawiyah, dll.

Hayoo coba deh, kapan terakhir ngaji? Kapan terakhir datang ke majelis ilmu? Kapan terakhir belajar agama? Sepertinya waktu duduk di bangku kuliah pun belajar agama hanya sekadarnya, memasuki dunia kerja pun semakin jauh dari majelis ilmu. Dulu jarang, sekarang apalagi.

Setelah berhasil mendaftar, diinvite lah kedalam satu grup WA, menurut kakak pemandu dalam grup tersebut, ini grup untuk Maperaba sebelum dibagi per kelas berdasarkan domisili masing-masing. Ada ikhwannya gak? Enggak,, enggak ada ini khusus akhwat… kurang lebih isinya sekitar 20 orang. Diajak kumpullah kita, ceritanya sih masa perkenalan. Kebetulan saya berhalangan hadir. Apa daya cuman bisa melihat dari foto-foto yang dikirim teman-teman ke grup.

Pas lihat… jeng jeng…

JILBABNYA PANJANG PANJANG CUY, ADA YANG BERCADAR PULA, PAKE ROK SEMUA yak

Ini mah aku doang kayaknya yang beghajulan. Sempet mager sih waktu diajakin ketemuan untuk yang kedua kalinya, yaa syukurlah waktu itu masih ada yang pake celana jeans dan ga pake kaos kaki 1 orang, astaghfirullah maaf yaa, but I really a frank person and I just wanna share my first impression. Sempat pula bertukar akun Instagram, do you know what I did? Yak betul, hide story dari temen-temen itu, karena ga enak kalo ketahuan lagi pegang mic terus dangdutan.

Tapi ternyata persepsi aku diawal itu salah, YISC itu tempat yang sangat nyaman buat orang seperti diriku yang baru banget hijrah, yang baru banget mengenal agama. Bergabung di YISC itu membuatku mau belajar agama tanpa harus diiringi rasa takut di judge, kok kerudungnya pendek, kok kamu ga pake kaos kaki sih, nope ga ada…

Sebab dari awal sudah ditekankan,

Sebelum beramal kita harus berilmu

Sebelum berilmu kita harus beradab

Jadi yang namanya menjaga adab tuh super duper penting… Makanya ga ada yang judging… Kalo ada yang belum sepenuhnya menutup aurat, yaa dicontohkan dari diri sendiri dulu, diingatkan tanpa harus menyakiti. Lama-lama gue sadar sendiri kok, bahwa yang namanya kaki itu juga termasuk aurat. Lama-lama juga pengen aja kalo pake baju yang at least selutut, lama-lama pake gamis itu gak sepanas dan tetep nyaman-nyaman aja. Yaa semua itu berproses. Pelan-pelan. Asalkan tetap menuju ke yang lebih baik.

Inget banget sama tausiyah ustadz diawal awal kami gabung

Kita itu jumlahnya sedikit, jangan malah bercerai berai, bila ada perbedaan pendapat, saling mendoakan, agar segera diberikan hidayah.

It’s truly happen. Setelah dibagi ke kelas sesuai domisili, syukur alhamdulilah banget masuk kelas yang super seru dan sefrekuensi, sebagian besar domisili di Jakarta Selatan khususnya sekitar Mampang, Pasar Minggu, Cipete, Fatmawati, dan sekitarnya. Satu kelas isinya kurang lebih 50 orang, 10 laki laki, dan 40 wanita, yak betul 1:4 banget.

Di awal kakak pemandu pernah bilang, dengan kalian ikut YISC ini, kalian sudah hijrah. Hijrah tuh ga harus selalu yang drastis. Intinya adalah berpindah ke hal yang lebih baik.

Awalnya masih gak ngerti apa sih maksudnya. Yakali cuman belajar tiap minggu macam kuliah gini dibilang hijrah.

Dan kemudian akhirnya aku paham, YISC itu gerbang bagi siapa saja yang ingin mencoba lebih mengenal Dia. Tapi kalo cuman belajar di YISC aja itu ga cukup. Kita masih perlu belajar di tempat lain juga. Tapi setidaknya, melalui YISC bisa ketemu sama temen-temen yang satu frekuensi menuju jannahnya Allah SWT.

Setidaknya semenjak ikut YISC, kita jadi terbiasa untuk dateng ke kajian bareng, dulu waktu masih sendiri ga ada temen pasti mager mau dateng ke Rabbanian.

Setidaknya mau belajar tahsin, ngaji al quran, banyak referensi, dan banyak barengannya. Jadinya makin semangat.

Setidaknya tiap hari ada aja yang share ayat, hadist, dan pengingat2 untuk diri sendiri.

Setidaknya hampir tiap hari bisa mendapatkan ilmu baru.

 

Hari demi hari kita lewati, acara demi acara kita bersama, dari awalnya SII Visit, ngepotluck bareng, latihan persiapan buat Tafaqquh Fiddin bareng, lomba milad bareng, dan juga rihlah bareng. Pokoknya sempet pernah hampir tiap malam makan bareng sama temen-temen dari YISC. Sampai sekarang udah pada hafal Ninit makannya, ayam goreng dada ga pake sambal… Terharu lohhh…

Yaa beginilah caraku untuk mencoba lebih dekat dengan Nya. Sebab ku percaya, Allah sesuai dengan persangkaan hambanya, sebagaimana disebutkan dalam hadist,

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.

Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku.

Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).

Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa.

Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”

(HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Time flies so fast, tanpa terasa, kita sudah melewati angkatan dasar bersama, bentar lagi lanjut ke angkatan lanjutan dengan topik topik yang lebih seru lagi. Semoga kita makin semangat belajar barengnya. Semoga ukhuwah ini tetap terjalin hingga kita berjumpa lagi di surganya Allah. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin

Awal Mula Mengenal Diri-Nya

Image result for pray to allah

Namanya juga lagi mid-life crisis, obrolannya pasti jodoh lagi jodoh lagi…

Banyak yang pernah bilang, kalo cari jodoh sholeh yaa di masjid…

Di suatu malam lagi update kehidupan bareng temen-temen di Anomali Setiabudi One. Ceritalah bahwa ada satu temen dari kita yang ikutan Youth Islamic Study Club di Masjid Al Azhar tiap Minggu pagi.

Emang ada cowonya juga? Ada, kelasnya digabung kok ikhwan sama akhwatnya. Bisa scanning doooong? Iyaa… Ditambah lagi dia cerita, di grup WA nya ada yang namanya Ku Kenal Kau Dengan Bismillah, jadi kita bisa mengenal satu sama lain dengan kasih pertanyaan tanpa harus ketahuan siapa penanyanya…

Wah menariiiik, terus kegiatannya apa lagi? Inget banget dulu kita bikin grup sendiri, namanya Grup Bismillah , isinya tentang riyadhoh, laporan tiap harinya supaya kita membiasakan diri sholat 5 waktu tepat di awal waktu, sholat rawatib, dan berzikir.

Terus belajarnya gimana? Belajar dari dasar kok, dan dikenalkan juga dalil dalinya bila ada perbedaan pendapat diantara para ulama. Jadi bahasa mudahnya, YISC ini cukup netral.

PS: INI CERITANYA SEBELUM GABUNG YISC YAAA, SUPAYA TIDAK TERJADI KESALAHPAHAMAN NANTINYA

Memang awalnya perihal jodoh itu menjadi daya tarik tersendiri untuk bergabung di tempat belajar ini dan itu wajar, tapi setelah bergabung, yang terpenting adalah PERBAIKI NIAT, LURUSKAN NIAT, YANG PENTING NIATNYA!!!

Luruskan niat, ada apa dengan niat?

Stay tuned!!!

Ketika Dia Menyapa

Image result for turn to allah

 

Masih teringat setahun lalu, di bulan suci Ramadhan, ceritanya ingin puasa lebih diterima dengan cara memakai baju yang lebih sopan, pelan-pelan udah mengurangi pakai sack dress lucu, atau kalopun pake, sekarang ditambah dengan celana jeans/legging panjang. Baju perlahan pun pakai lengan panjang.

And…. at that time nobody notice me with the changes, but it’s okay

Kenapa ga sekalian pakai kerudung aja? Trauma bro, ceritanya belum yakin dengan diri sendiri, takutnya ntar kalo masih labil, buka kerudung lagi kan repot. Lagi??? Dulu pernah pake? Iyaa… terus lepas? Iyaaa…. Ah sudahlah itu masa jahiliyahku, tidak perlu diungkit lebih lanjut…

Singkat cerita… abis pulang dari Malang, setelah lebaran, I tried to challenge my self, bisa gak yaa istiqomah pake baju lengan panjang, celana panjang, and I did it, alhamdulilah

Setelah yakin bisa istiqomah, OK, saatnya memakai hijab….

Gak lama kemudian, cobaan badai menerpa, setiap orang punya cerita badainya masing-masing. Tetapi satu hal, tujuannya sama, Allah ingin menyapa dan mengingatkan kepada kita, sebagaimana dalam Surat Al Fatihah,

Image result for iyya kana'budu wa iyya kanasta'in artinya

 

 

 

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan

 

Begitu banyak cara Allah untuk menyapa kita, ada yang disapa secara halus cuman dadah dadah dari kejauhan, ada yang diteriakin, ada juga yang di towel.

Nah itu tiap orang beda-beda, tapi banyak cerita kita tuh ingat Allah ketika mendapat cobaan, entah dikecewakan dia, entah itu dikecewakan salah satu anggota keluarga, entah ada yang sakit, macam-macam pokoknya.

Saran aku udah deh gausah nunggu sampai disapa dengan teguran keras sama Allah, banyak belajar dari kisah hijrah teman-teman, dan mending rayu aja Allah dari sekarang… Jangan kasih kendor!

— Bersambung —

 

How was your solo travel experience?

Solo-travel_girl_map.jpg

Dulu tiap naik kereta entah dari Malang ke Bandung atau dari Bandung ke Malang, rasanya pengen banget turun dulu di Jogja. Iyaa, kalo udah sampai Jogja, itu artinya setengah perjalanan sudah kita lewati. Kalo naik KA Malabar berangkat jam 4 sore, kita akan sampai Jogja jam 12 malam. Lampu Stasiun Tugu lagi berkelip kelip seakan akan memanggil. Enak kali yaa, kalo bisa turun dulu, ngopi di angkringan sekitaran stasiun terus baru balik lagi ke kereta (sakkarepe dewe kamu Nit, mbok pikir sepure mbah mu a?)

Alhamdulilah, udah kerja, udah punya duit, lagi punya waktu pula, maka nikmat Allah mana lagi nak yang kamu dustakan? Kebetulan punya waktu cuti beberapa hari, bisalah dihabiskan sebelum peak season liburan akhir tahun dimulai

Booking keretalah saya dari Jakarta ke Bandung naik KA Argo Parahyangan. Lalu, dari Bandung ke Yogya naik KA Malabar. Yogya ke Solo naik KA Prameks. Solo ke Malang naik KA Malioboro.

Mungkin kalian ada yang bertanya tanya, 

Sendirian aja? Iyaa soalnya temen-temen belum pada bisa cuti, jalan-jalan sendiri kenapa tidak.

Kenapa naik kereta? karena kalo naik kereta, kita bisa lihat pemandangan yang beda-beda. Dari suasana perkotaan, kemacetan jalan di kota, gedung gedung tinggi, jemuran pakaian, hingga sawah, gunung, kuburan, dan juga ibu ibu ngerumpi, adik adik pergi ke sekolah, sampai bapak bapak lagi bersawah.  Sungguh pemandangan yang ga akan bisa dilihat kalo lagi naik pesawat.

23937de7-fb6d-4b5a-93f6-e1d37bb1f0ab

Perjalanan dari Jakarta ke Bandung

Perjalanan Jakarta Bandung dengan KA Argo Parahyangan ditempuh kurnag lebih 3 jam. Berangkat dari Stasiun Gambir jam 5 pagi, sengaja pilih duduk disamping jendela, pasang headset, menatap pemandangan, lalu dengerin lagunya Adhitya Sofyan – Naik Kereta Saja, that was the most grateful moments that I have.  Ditambah rintik-rintik hujan membasahi jendela. Ah sungguh romantis.

Perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta

1c7e0ecc-e37b-436b-908b-392dd7968b30.jpg

Kenapa ke Bandung dulu, ga sekalian dari Jakarta? Karena aku pengennya lewat jalur KA Malabar, ngelewatin Nagreg, Ciepeundeui, Tasikmalaya. Ingin nostalgia naik kereta waktu jaman masih kuliah bareng temen-temen dari Malang.

Dulu lewat Cipeundeui digedok-gedok dedek dedek pengamen minta duit di kaca, sekarang kereta udah AC, jendelane wis ndak iso dibukak Nit, jadi udah ndak ada dedek2 minta minta

Dulu di Tasikmalaya, di tawarin rokok karokok, kopi karopi, sekarang pedagang asongan yaa sudah ndak boleh masuk kereta

Perjalanan ditempuh kurang lebih 8 jam, dari Bandung jam 4 sore dan sampai Jogja sekitar jam setengah 1 malam. Jogja saat itu juga baru saja reda dari hujan. Inginnya ngopi dulu di angkringan, tapi apa daya tubuh ini tidak sabar untuk memeluk tempat tidur. Jadi saya putuskan untuk langsung order ojek online menuju hotel dikawasan Prawirotaman.

56598338-1326-488f-a205-6a61c4b03d69

Perjalanan dari Yogyakarta ke Solo

Kalo di Malang Surabaya, ada kereta daerah yaitu KA Penataran, atau kalo di Bandung punya kereta daerah dengan tujuan Cicalengka, Majalaya, dan seterusnya. Jogja Solo juga punya Kereta Prameks, harganya cuman Rp 8,000 , perjalanan ditempuh sekitar 1 jam 15 menit.

Perjalanan dari Solo ke Malang

Sebenarnya Malang Jogja itu ada KA Express Malioboro, kereta ini terdiri atas kelas eksekutif dan Ekonomi AC plus. Sebenarnya bisa juga saya naik kereta langsung dari Jogja ke Malang, tapi karena saya ingin mampir dulu ke Solo, jadi saya berangkatnya dari Solo. Perjalanan ditempuh sekitar 7 jam.

Total Biaya Perjalanan

Jadi kalo ditotal tiket Jakarta – Bandung – Solo Malang berapa Nit?

  • KA Argo Parahyangan – Jakarta-Bandung – Rp 90.000
  • KA Malabar – Bandung-Yogyakarta – Rp 230,000
  • KA Prameks Yogyakarta-Malang – Rp 8,000
  • KA Express Malioboro – Solo-Malang – Rp 200,000

Total biaya perjalanan, Rp 580,000 , yaa ga jauh beda sama naik pesawat Jakarta-Malang, bedanya ini banyak mampir mampirnya. Hehehehe

 

Uninstall Instagram for a while? Because Why Not?

instagram-keyboard-app-take-pictures-photos-pics-3.jpg

Pada hari itu tiba tiba kalo lihat direct message , tiba tiba saya bisa mengetahui apakah teman teman yang saya follow sedang online saat ini atau terakhir membuka instagram beberapa menit yang lalu, beberapa jam yang lalu, atau pun beberapa hari yang lalu

Dan seketika itu saya mulai kesal, walopun sebenarnya bisa saja saya atur untuk menyembunyikan informasi mengenai hal tersebut. Tidak tahu juga sih kenapa saya harus merasa kesal dengan inovasi dalam aplikasi tersebut, tapi yang jelas saya kesal. Hehehe. Allah Maha Mengetahui hambanya dan saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Ketika saya membuka Facebook, saya melihat sebuah video tentang pengalaman seseorang bercerita tentang apa yang dia rasakan saat memutuskan untuk uninstall beberapa aplikasi social media nya selama sebulan

Dia bercerita bahwa awalnya terasa berat dan mati gaya karena tidak tau mau ngapain, cuman setelah beberapa hari menjalani aktivitas tanpa social media, dia bilang hidupnya lebih produktif, tidak terdistraksi oleh notifikasi dan update soal social media

Sejak saat itu saya merasa impulsif untuk mengikuti mbak mbak yang ada didalam video itu. Yang saya ingat, hari itu hari Sabtu. Saya memutuskan untuk uninstall Facebook dan Instagram. Mengapa tidak dihapus saja? Sayangnya Ainia belum sejago itu untuk sama sekali tidak exist di social media. Ya, setidaknya teman teman saya masih bisa menandai (nge-tagged) akun saya di dalam story atau dalam postingan mereka.

Saya adalah orang yang extrovert, yes, I can share a lot of things with you since we meet for the first time. Kak Grandy bilang,

“Mureh lo, sama kayak gue”

Namun, kak Shalli bilang, bukan mureh, kata positifnya adalah

“easy going”

Dulu saya termasuk orang yang ingin membagi banyak hal ke social media, terutama tentang pengalaman saya travelling, lagu yang sedang ingin didengarkan, saat saat pergi bersama teman-teman, dan lain lain. Kecuali saat saya sedih, saya tidak mau membaginya, karena memang saya tidak mau membuat teman-teman saya sedih akan kesedihan yang saya rasakan.

kalo kata Menel, “Kayak ga punya temen aja sih, curhat curhat sedih di sosmed”

Ya itu lah social medianamanya juga social media, dibuat untuk pencitraan pemilik akunnya, tentu saja hal hal yang bagusnya saja yang ditunjukkan. Ya wajar dong kalo saya posting kebahagiaan bukan kesedihan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya ingin mengendalikan diri saya untuk bergantung pada story teman teman saya.

Dan alhamdulilah sudah tiga minggu saya diet dengan yang namanya social media, apakah lebih tenang? Ya. Setidaknya saya tidak perlu melihat hal hal yang tidak saya inginkan dan tidak saya butuhkan. Saya bisa menemukan hal hal baru selain menonton instagram story.  Masih ada twitter sih, tapi ternyata nulis di blog seperti ini juga menyenangkan. Saya bisa menulis apapun tanpa dibatasi oleh 280 karakter.

Selain itu, saya juga merasa lebih dekat dengan teman-teman saya melalui Whatsapp. Saya bisa menghubungi mereka langsung, menanyakan kabar, dan mengobrol lebih berkualitas ketimbang mengetahui kabar mereka hanya melalui story story mereka.

Kadang kadang masih suka buka instagram sih lewat browser, buat lihat jadwal kajian ustadz A dan satu lain hal, tapi yaudah, kalo udah beres perlunya,  I can logged it out after that. Sempet juga sih bikin story dua kali, karena mau ucapin farewell untuk temen kantor. Abis gitu uninstall lagi.  Haha.

Dan saya pun merasa lebih baik, karena yang kita lakukan tidak semuanya harus diketahui oleh teman-teman di social media. Lakukan sesuatu karena kamu ingin melakukannya dan karena kamu ingin menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, Bukan karena ingin mendapat pujian, likes, dan comment dari teman-teman social media mu.

Mau pencitraan sama gebetan? Kalo jodoh nanti juga dia tahu kok kamu orangnya seperti apa, nanti Allah yang kasih tau jalannya, tanpa harus kamu yang membagikannya secara langsung.

Jakarta, 11 Februari 2018

“Ditulis oleh Ainia yang sedang ingin menikmati dunia nyata bukan sekedar hanya dunia maya, let’s be a better person and keep inspiring others”