Menjemput Cinta-Nya (Part I)

Image result for quran

Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.

Jika Aku telah mencintainya,

maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar,

memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat,

memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang,

memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.

Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya

HR. Bukhari – No. 2506

Siapa coba yang tidak ingin dicintai Allah sehingga jika ia memohon sesuatu pasti akan dikabulkan dan jika ia memohon perlindungan pasti akan dilindungi.

Tentu saja semua ingin mendapatkan cintanya Allah SWT. Mungkin dulu ku belum tahu kenapa aku perlu cintanya Allah. Sehingga aku pernah tidak memedulikan-Nya, tidak menghiraukan perintah dan larangan-Nya. Namun, setelah disapa oleh Nya dan setelah mencoba lebih mengenal dan lebih dekat dengan Allah, kini ku sadar, betapa inginnya dicintai oleh Allah.

Membaca dan mengamalkan Al Quran adalah salah satu cara untuk menjemput cintanya Allah. Ya karena Al Quran lah pedoman utama dalam hidup. Tapi sayangnya, diri ini sudah terlalu lama menjauh dari kitab suci itu.

Temanku pernah bertanya, sudah berapa kali mengkhatamkan Al Quran? Ah yaa terima kasih telah menyadarkanku, sudah seperempat abad tinggal didunia, sayangnya baru sekali saja mengkhatamkan Al Quran. Betapa memalukannya diri ini. Kemana saja aku ini. Ah sudahlah…

Jazakumullahu khairan katsira, terima kasih untuk temen-temen yang bikin program ODOJ selama bulan Ramadhan, One Day One Juz setiap harinya ku harus membaca sedikitnya 1 juz per hari, kurang lebih sekitar 10 lembar atau 20 halaman. Bukan bermaksud untuk riya’ atau membanggakan diri, tapi memang sangat terbantu, karena hal kebaikan katanya harus dipaksakan.

Pernahkah kamu menangis saat membaca Al Quran? Ah rasanya hati ini mungkin sudah lama mati, sehingga diri ini belum tersentuh dengan ayat ayat suci itu.

“Bacanya sambil pake tartil dan dilagukan kak, supaya lebih menghayati. Sesedih apapun aku dengerin musik belum pernah tiba-tiba nangis sekeras ini sesenggukan saat baca Al Quran, padahal gatahu artinya.”. Ah lagi-lagi aku tertampar.

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr : 21)

Dalam Al Quran disebutkan, gunung pun akan tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah, lalu apakah diriku melebihi kerasnya gunung bila tidak tersentuh sama sekali akan hadirnya Al Quran?

“Bacalah Al Qur’an dan menangislah. Bila kamu tidak bisa menangis, maka usahakanlah sekuat-kuatnya agar dapat menangis.”

– HR Tirmidzi dan Sa’ad bin Abi Waqqas

–  Bersambung –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s