Uninstall Instagram for a while? Because Why Not?

instagram-keyboard-app-take-pictures-photos-pics-3.jpg

Pada hari itu tiba tiba kalo lihat direct message , tiba tiba saya bisa mengetahui apakah teman teman yang saya follow sedang online saat ini atau terakhir membuka instagram beberapa menit yang lalu, beberapa jam yang lalu, atau pun beberapa hari yang lalu

Dan seketika itu saya mulai kesal, walopun sebenarnya bisa saja saya atur untuk menyembunyikan informasi mengenai hal tersebut. Tidak tahu juga sih kenapa saya harus merasa kesal dengan inovasi dalam aplikasi tersebut, tapi yang jelas saya kesal. Hehehe. Allah Maha Mengetahui hambanya dan saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Ketika saya membuka Facebook, saya melihat sebuah video tentang pengalaman seseorang bercerita tentang apa yang dia rasakan saat memutuskan untuk uninstall beberapa aplikasi social media nya selama sebulan

Dia bercerita bahwa awalnya terasa berat dan mati gaya karena tidak tau mau ngapain, cuman setelah beberapa hari menjalani aktivitas tanpa social media, dia bilang hidupnya lebih produktif, tidak terdistraksi oleh notifikasi dan update soal social media

Sejak saat itu saya merasa impulsif untuk mengikuti mbak mbak yang ada didalam video itu. Yang saya ingat, hari itu hari Sabtu. Saya memutuskan untuk uninstall Facebook dan Instagram. Mengapa tidak dihapus saja? Sayangnya Ainia belum sejago itu untuk sama sekali tidak exist di social media. Ya, setidaknya teman teman saya masih bisa menandai (nge-tagged) akun saya di dalam story atau dalam postingan mereka.

Saya adalah orang yang extrovert, yes, I can share a lot of things with you since we meet for the first time. Kak Grandy bilang,

“Mureh lo, sama kayak gue”

Namun, kak Shalli bilang, bukan mureh, kata positifnya adalah

“easy going”

Dulu saya termasuk orang yang ingin membagi banyak hal ke social media, terutama tentang pengalaman saya travelling, lagu yang sedang ingin didengarkan, saat saat pergi bersama teman-teman, dan lain lain. Kecuali saat saya sedih, saya tidak mau membaginya, karena memang saya tidak mau membuat teman-teman saya sedih akan kesedihan yang saya rasakan.

kalo kata Menel, “Kayak ga punya temen aja sih, curhat curhat sedih di sosmed”

Ya itu lah social medianamanya juga social media, dibuat untuk pencitraan pemilik akunnya, tentu saja hal hal yang bagusnya saja yang ditunjukkan. Ya wajar dong kalo saya posting kebahagiaan bukan kesedihan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya ingin mengendalikan diri saya untuk bergantung pada story teman teman saya.

Dan alhamdulilah sudah tiga minggu saya diet dengan yang namanya social media, apakah lebih tenang? Ya. Setidaknya saya tidak perlu melihat hal hal yang tidak saya inginkan dan tidak saya butuhkan. Saya bisa menemukan hal hal baru selain menonton instagram story.  Masih ada twitter sih, tapi ternyata nulis di blog seperti ini juga menyenangkan. Saya bisa menulis apapun tanpa dibatasi oleh 280 karakter.

Selain itu, saya juga merasa lebih dekat dengan teman-teman saya melalui Whatsapp. Saya bisa menghubungi mereka langsung, menanyakan kabar, dan mengobrol lebih berkualitas ketimbang mengetahui kabar mereka hanya melalui story story mereka.

Kadang kadang masih suka buka instagram sih lewat browser, buat lihat jadwal kajian ustadz A dan satu lain hal, tapi yaudah, kalo udah beres perlunya,  I can logged it out after that. Sempet juga sih bikin story dua kali, karena mau ucapin farewell untuk temen kantor. Abis gitu uninstall lagi.  Haha.

Dan saya pun merasa lebih baik, karena yang kita lakukan tidak semuanya harus diketahui oleh teman-teman di social media. Lakukan sesuatu karena kamu ingin melakukannya dan karena kamu ingin menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, Bukan karena ingin mendapat pujian, likes, dan comment dari teman-teman social media mu.

Mau pencitraan sama gebetan? Kalo jodoh nanti juga dia tahu kok kamu orangnya seperti apa, nanti Allah yang kasih tau jalannya, tanpa harus kamu yang membagikannya secara langsung.

Jakarta, 11 Februari 2018

“Ditulis oleh Ainia yang sedang ingin menikmati dunia nyata bukan sekedar hanya dunia maya, let’s be a better person and keep inspiring others”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s